Positive Info

Semoga informasi-informasi di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Kontroversi tentang Ruqyah

Posted by akiteha pada Februari 24, 2008

 ruqyah-bantahan.jpg

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebelumnya mohon maaf, bukan maksud ‘positiveinfo‘ untuk memperkeruh suasana, tetapi sebaliknya, ingin memperjelas permasalahan agar tidak terjadi kesalahan pahaman penafsiran, khususnya mengenai masalah ‘Ruqyah’.

Mari kita melihat permasalahan ini dari sisi positifnya, jangan sampai perbedaan pendapat ini membuat perpecahan bagi para pembaca, khususnya bagi kita umat Islam. Mudah-mudahan, kita dapat memetik hikmah dari perbedaan ini dan semoga Allah SWT menunjukkan jalan yang lurus dan benar kepada kita semua, amin.   

Pada tulisannya kang Dicky yang berjudul ‘Ruqyah, Tamimah dan Tilawah adalah syirik‘ tulisan asli dapat di download di sini semoga belum dihapus, tenyata mendapat sanggahan atau komentar dari Abu Muhammad Rafli, komentarnya dapat dilihat di sini dan di sini mudah-mudahan juga lom dihapus, dari tulisan dan sanggahan ini mudah-mudah kita mendapat pencerahan serta banyak ilmu yang bisa kita serap dari perbedaan ini. Ada baiknya, atas komen dari kang Wahyu, kita simak juga tulisan kang Monang tentang Ruqyah di Islamic Center Lampung oleh Syekh dari Pakistan, tulisannya bisa dilihat disini.

Kang wahyu juga menyarankan untuk menyimak tulisannya kang Akmal yang berjudul Ruqyah, tulisannya bisa dilihat di sini. Ternyata tulisan kang Akmal juga mendapat tanggapan dari Abu Muhammad Rafli, komentarnya dapat dilihat di sini atau di sini atau di sini.

Demikian polemik kontroversi tentang Ruqyah yang perlu saya ungkap disini, berdasarkan tulisan dari kang Dicky, kang Monang, kang Akmal dan tulisan, lebih tepatnya tanggapan atau sanggahan dari kang Abu Muhammd Rafli.

Sekali lagi ‘Positiveinfo’ berharap, janganlah perbedaan pendapat ini menjadi cukang lantaran (penyebab) perpecahan diantara kita, khusus umat Islam. Semoga kita semua di beri petunjuk ke arah jalan yang lurus dan benar oleh Allah SWT. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

11 Tanggapan to “Kontroversi tentang Ruqyah”

  1. wuihhh… rame sekali ternyata

  2. eMina said

    Maaf, saya belum sempat berkunjung ke link –link tersebut kang. Jadi saya belum berkomentar apa –apa menyangkut info –info tersebut.

    Namun, secara umum, ruqyah yang saya tahu itu ada yang membolehkan dengan alasan yang jelas. Teman saya juga pernah di ruqyah. Dan insya Alloh, jika dilakukan dengan cara yang benar sesuai Islam, tidak akan terjebak pada syirik.

    Saya setuju dengan kang TH, hendaknya apapun yang membedakan kita dalam berpendapat, jangan membuat kita sesama muslim terpecah belah. Karena kita adalah muslim. Alangkah bijaknya jika kita menyikapi setiap perbedaan itu dengan tidak menghujat atau menyakiti perasaan orang lain yang berbeda pendapat.

  3. bluestockin said

    perbedaan itu wajar kok, kang! jd nggak usah worry krn perubahan

  4. TH said

    – Kidungjingga –
    Lebih semarak lagi dengan kehadiran ‘kidungjingga’, terima kasih kunjungannya.

    – eMina –
    Benul .. eh betul sekali, jangan sampai beda pendapat jadi penyebab perpecahan, tetapi jadikanlah perbedaan itu sebagai pencerahan dan tambahan ilmu yang dengan arif kita pisahkan mana yang positif dan mana yang negatif.

    – Bluestockin Senny –
    Justru itulah saya angkat ke permukaan, bukan untuk mengkeruhkan suasana tetapi sebagai bahan pembelajaran dengan harapan bisa dipetik hikmah dari perbedaan pendapat ini.

    * Semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk, bimbingan dan rahmat kepada kita semua, amin.

  5. nggakpecah said

    Ruqyah dan Tilawah adalah syirik??
    Ruqyah = mantra,
    Tilawah = membaca,
    Kalo cuman gini aja syiriknya dimana bos??

    Kalo saya tilawah (membaca) blognya kang dicky, tilawah buku fisika, tilawah buku matematika, tilawah alquran, dibilang syirik juga ga?
    Apa bos cuman ngebedain syirik gak syirik dari nama n artinya doang? ato mungkin bos punya terjemahan sendiri tentang arti kata tilawah & ruqyah?

    *) Terima kasih sudah memberikan tanggapan di blog ini, mudah-mudahan ada rekan lain yang bisa memberi pencerahan, kalo saya terus terang ilmunya sangat terbatas, dan dalam hal ini hanya mencoba mengangkat permasalah ke permukaan saja, dengan tujuannya jangan sampai pembaca salah arti dan ujung-ujungnya salah langkah.

  6. pr4s said

    Kok ga dijelasin pak dalam tulisannya. Klo bisa dijelasin dikit. Kesannya tulisan ini seperti gerbang portal ke link-link lain. Beberapa orang mingkin tidak sempat mengunjungi link-link tersebut, termasuk saya. Saya fikir judul tulisan ini menarik, eh ternyata harus kerja keras lagi mengunjungi link-link lain (sy nemu judul tulisan ini di BOTD).

    *) mohon maaf sebesar-besarnya, bukan tidak mau ngejelasin, tapi karena ilmu saya mengenai ini sangat dangkal, jadi saya berterim kasih sekali kepada yang telah memberikan tanggapan/sanggahan/pencerahan tentang topik ini sehingga membuka wawasan dan cakrawala yang lebih luas tentang masalah ini. Jazakumullah khair katsiran.

  7. mensa4news said

    Dalam “Shahih Ibnu Majah” buku ke-3 oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, terbitan Pustaka Azzam, cetakan pertama, April 2007. Halaman 263, bab : 39 Menggantung Jimat.
    No. 2861-3596.
    Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ruqyah, tamimah dan tiwalah adalah syirik.” Beliau berdo’a: “Hilangkanlah kesusahan, (wahai) Tuhan para manusia. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, yang tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.”
    -Shahih: Ash-Shahihas(331), Ghayah Al Maram (299), Takhrij Al Iman karya Ibnu Salam (81).

    Jadi, yg dimaksud di sini adalah “tiwalah”..bukan “tilawah” itu.
    Kalau menjampi/mantra, bahasa apa pun yg dipakai tetap syirik, sekalipun yg dipakai itu ayat-ayat Al Qur’an,jadi bukan karena kata-kata atau kalimatnya yang dianggap berkhasiat tertentu (mantra), tapi kalau sebagai do’a sih boleh saja. Seperti do’a Rasulullah SAW di atas itu kan? Beliau juga banyak kok mengajarkan do’a-do’a yg tidak menggunakan ayat-ayat Al Qur’an. Bahkan di Al Qur’an sendiri Allah SWT banyak mengajarkan do’a-do’a kepada kita, ayat-ayatnya biasa di awali dgn “Qul” yakni “katakanlah”, tapi kalau sebagai do’a, “qul”-nya tadi ya tidak usah dibaca. Do’a lain seperti rabbanaa aatina fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa adzaaban-naar, dll itu kan?

    Karena itu, baik mantra, maupun jimat yg dikalungkan dan jimat yg digantung-gantung di tembok, jendela maupun pintu adalah syirik, sekalipun yg dipakai adalah Al Qur’an. Salam

    *) terimakasih atas segala penjelasannya

  8. yana said

    ruqiyah=mantra
    artinya menggunakan kalimah allah untuk sesuatu,itu biasa disebut bid’ah (kebiasan yg tdk dianjurkan/dilakukan oleh nabi) para ulama salaf menganggap itu haram,karena nabi pernah bersabda “shalatlah kalian seperti kalian melihatku shalat”,yang mengandung arti kita lakukan sesuai yang nabi lakukan,memang bukannya kita mau membuat suatu perpecahan akan tetapi meluruskan aqidah&kaidah itu wajib hukumnya.
    ass……..

    *) terimakasih komentar dan penjelasannya

  9. ekojuli said

    yang ghaib ya???
    wahh, ada yang bisa bantu saya ruqyah ga ya?

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/02/24/makhluk-ghaib-itu-ada
    🙂 Hayo siapa yang bisa bantu nih??

  10. Mas_Tarman said

    Saya bukan salafiyah yang cepat dan tangkas namun gegabah kalo urusan men-syirik-kan segala sesuatu.
    Namun begitu saya juga menolak praktek ruqyah !!
    Sebelumnya perlu dipahami dulu apakah yang akan dikeluarkan dari tubuh itu?? Setan ato jin??
    Kalo setan jangankan orang yang me-ruqyah Rosul sendiri tak luput dari godaan setan yang mampu masuk ke dalam jalan darah manusia.hanya saja beliau terlindungi,terjaga dan mampu mengalahkan dan menguasai setan trsebut.sehingga tak ada satupun jalan untuk mengeluarkan setan kecuali hanya menundukkannya atau melemahkannya.bukankah Rosul pernah mengatakan dengan puasa kita memperkecil dan melemahkan setan? Dan bagi hamba Allah yang mukhlis maka setan tak kuasa mempengaruhinya.
    Atokah jin yang dikeluarkan?
    Kalo jin yang dikeluarkan tentunya orang si pasien “harus” dalam kondisi kesurupan ato kondisi yang dikuasai oleh jin.
    Tapi kenyataannya para pasien semua dalam kondisi sehat pikiran dan kesadarannya tapi mengapa justru saat menyimak Surat-Surat Al-Quran mereka ato sebagian justru kesurupan?? Ada apa ini??
    Ketahuilah justru ritual tersebut MENGKONDISIKAN jin untuk masuk dan menyurupi pasien yang dalam kondisi “siap” di rasuki oleh para jin.
    Hal ini akan membawa efek buruk pada pasien yang kedepannya akan mudah dirasuki kembali.
    Apakah ada manfaatnya?
    Coba anda liat sendiri apakah orang yg sudah diruqyah di jamin menjadi orang yang ber-iman??
    Tetangga saya sehabis diruqyah juga tidak berpengaruh apapun dalam kesehariannya.
    Cobalah anda ato temen anda yang katakanlah dimungkinkan “tidak bersih” dari pengaruh setan terus ikutilah prosesi ruqyah asalkan badan anda fit kesadaran penuh, tidak mengantuk atau abaikan lantunan Ayat Al-Quran saya yakin anda tidak bakal kesurupan sekalipun anda bukan orang yang rajin dalam ibadah.
    Terima kasih.
    Semoga ada hikmahnya.

    *) matur nuwun Mas Tarman

  11. Manusia said

    wah wah,.,. jd saya, atau kami, sebagai pihak netral,. harus ikut mana?,. pihak org2 yang mengkaji Quran guna mendapat teori teori logis dunia, ataw pihak yang menjadikan Quran hanya harus di imani, (dibaca saja) atau di kaji sepotong spotong ??

    *) terimakasih sudah ikut nimbrung – semoga kita dapat mengambil hikmah dari perbedaan pendapat ini – Allah Maha Benar dengan segala Firmannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: