Positive Info

Semoga informasi-informasi di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Pasar “baheula” di Bandung

Posted by akiteha pada Januari 7, 2008

pasar2.jpg

(Fotonya: Indrakh doc.)

Sekitar tahun 1811, telah ada satu-satunya pasar di Bandung terletak di Kampung Cigunang, dekat Jl. Kepatihan dan Jl. Kautamaan Istri sekarang, tapi sayang pasar itu telah ludes terbakar pada saat terjadi kerusuhan pada tahun 1842.

Sebagai gantinya, didirikan pasar-pasar lain sebagai pengganti pasar yang terbakar. Beberapa tahun kemudian hadirlah Pasar Baru, yang berlokasi di Jl. Oto Iskandardina Bandung, didirikan tahun 1906, pada waktu itu bukan hanya berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga perjumpaan kultural penduduk kota. Seperti disebutkan dalam buku “Ramadhan di Priangan” karya Haryono Kunto, kebiasaan menyongsong lebaran sangat lekat dengan keberadaan Pasar Baru “baheula”, mulai dari ngabuburit sampai kegiatan menyongsog lebaran.

Pada buku Haryono Kunto yang lain “Semerbak Bunga di Bandung Raya” menyebutkan, kegiatan kota selalu beralih ke pusat perdagangan Pasar Baru, Pasar Ciroyom, dan Pasar Andir setiap lewat tengah malam.

Saat ini ketiga pasar tersebut telah mengalami revitalisasi dengan tujuan awal agar dapat membangkitkan gairah dan meningkatkan kegiatan ekonomi. Namun apa yang terjadi? …. Upaya revitalisasi ini mengakibatkan para pedagang pasar, terutama para pedagang tradisional, makin kehilangan konsumennya. Salah satu penyebabnya adalah ketidaknyamanan sarana fisik yang disediakan untuk pasar tradisional. Katanya penyebab lain terletak pada konsep revitalisasi itu sendiri, konsepnya bertentangan dengan kebiasaan pedagang maupun pembeli yang sudah tercipta sejak lama.

Barangkali sebagai pembanding, kita bisa lihat pasar-pasar tradisional yang sudah mengalami revitalisasi di Jawa Tengan, Pringharjo di Yogya, Pasar Klewer di Solo, ciri khas tradisionanya masih kentara. Sehingga interaksi antara pedagang dan pembeli masih kental dengan ke-tradisionalan-nya.

Mudah-mudahan, konsep-konsep yang mencirikan ke-tradisionalan pasar-pasar di kota Bandung bisa dipikirkan dan diwujudkan, himbauan dan harapan ini terutama saya tujukan pada para penentu keputusan di Kota Bandung khususnya dan di kota-kota besar lain di Indonesia pada umumnya. Semoga …..

2 Tanggapan to “Pasar “baheula” di Bandung”

  1. DM said

    Wah… menarik juga mengetahui kota Bandung di masa silam.

  2. TH said

    @ Daniel Mahendra,

    betul sekali, topik ini menarik untuk bacaan
    sudah saatnya kita dituntut akan kepedulian
    menggali catatan masa silam demi masa depan
    supaya generasi penerus tak akan kehilangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: