Positive Info

Semoga informasi-informasi di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Calon suami non-muslim

Posted by akiteha pada Desember 31, 2007

Sumber: Komite Tarbiyah dan Pengembangan Diskusi Isnet (KTPDI)

Tanya: 

Assalammu’laikum waroh matullohi wabarokatu,

Saya mempunyai calon suami beragama Protestan, saya sendiri seorang wanita muslim yang taat. Tiap malam saya minta petunjuk kepada Allah SWT dengan melakukan Tahajud Tetapi sampai sekarang sepertinya tak ada titik terang. Malah sebaliknya, saya melihat dia (calon suami saya) semakin taat dengan agamanya.Sesungguhnya saya ingin menuntunnya ke jalan Allah SWT, tetapi rasanya sulit sekali. Sedangkan hari pernikahan saya semakin dekat (4 bulan lagi).

Bapak Ustadz yang terhormat, bagaimana lagi saya harus berbuat. Saya sudah berdebat dalam hal agama dengan dia, tapi hasilnya nihil. Rasanya jalan saya sudah buntu.

Perlu Bapak ketahui bahwa dulu ibunya beragama Islam, tetapi kemudian masuk Protestan karena ikut agama ayahnya (alm.)
Terima kasih sebelumnya
 
Jawaban:

Wa alaikum salam waroh matullohi wabarokatu,

Dari penuturan anda sendiri, sebenarnya calon suami anda tersebut kemungkinannya untuk masuk ke dalam agama Islam adalah sangat susah. Bahkan dengan ibunya yang mengandungnyapun tidak mau mentaatinya untuk masuk Islam.

Menurut saya dia sudah tergolong orang yang tidak mau mendengarkan peringatan Allah lagi, sesuai dengan ayat-ayat berikut:

 
***2:18***  
18. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).
Dan untuk orang-orang yang demikian kita tidak dapat memberi peringatan sedikitpun.
 
***30:52***  
52. Maka Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati (hatinya) itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.
Allahpun hanya dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang mau diberi petunjuk.
 
***6:125***  
125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Allah akan memberi petunjuk kepada seseorang untuk masuk agama Islam apabila Dia menghendaki. Dan Allahpun akan menyesatkan seseorang kalau orang tersebut juga menghendaki kesesatannya. Untuk mendapat kehendak Allah akan tergantung bagaimana usaha kita, dalam hal ini apakah calon suami anda mau merobah apa-apa yang ada dalam dirinya untuk menerima agama Islam secara ikhlas.

 
***13:11***  
11.  Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah  menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Kehendak Allah tergantung usaha seseorang dalam merobah diri. Kalau orang tersebut melangkah sejengkal, Allah akan melangkah satu depa, kalau orang itu berjala, Allah akan berlari. Begitulah diumpamakan dalam hadits Rasulullah.

 

Agar supaya calon sahabat dapat kawini secara Islam, dia harus betul-betul masuk Islam secara ikhlas dari dalam dirinya. Dia tidak boleh masuk Islam karena anda atau karena ingin kawin dengan anda, karena Islamnya tidak akan diterima oleh Allah. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada umatnya, kalau ada seseorang yang berpindah dari agama lain ke dalam agama Islam dia harus diuji lebih dahulu. Sudah barang tentu untuk menguji keyakinan seseorang tidaklah gampang dan akan memakan waktu lama.

 
Perhatikan syarat perkawinan seorang muslim dari ayat berikut:
 
***2:221***  
221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Oleh karena itu harap difikir masak-masak tentang rencana perkawinan tersebut, jangan sampai menyesal dikemudian hari. Karena telah banyak contoh wanita muslimah yang kawin dengan seorang yang beragama lain yang pura-pura masuk Islam karena hanya mau kawin saja. Setelah itu kebanyakan mereka kembali kepada agama mereka masing-masing.

Kalau calon anda bersikukuh untuk tidak mau masuk Islam secara ikhlas, lebih baik batalkan saja perkawinan tersebut. Berarti sahabat telah lulus dalam jihad fisabilillah, insya Allah.

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Mudah-mudahan Allah membimbing anda.

Wassalam,
Ahmad Zubair

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: