Positive Info

Semoga informasi-informasi di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Pakistan Terancam Lumpuh

Posted by akiteha pada Desember 29, 2007

Sumber: Pikiran Rakyat, 29 Desember 2007 

Sehari pascapembunuhan Benazir Bhutto, para pendukung mantan Perdana Menteri Pakistan itu turun ke jalan-jalan di berbagai penjuru kota di Pakistan, memprotes aksi pembunuhan yang terjadi dua pekan sebelum pemilu parlemen. Mereka menjarah sejumlah bank dan membakar stasiun kereta api, Jumat (28/12).

Pembunuhan lawan politik nomor satu Presiden Pervez Musharraf itu, telah menjerumuskan Pakistan ke kancah kerusuhan dan merusak rencana perbaikan demokrasi di negara sekutu AS tersebut.

Pendukung Bhutto yang marah turun ke jalan-jalan dan membakar mobil, toko-toko, sehingga menimbulkan kerusuhan yang menewaskan sedikitnya 10 orang.

Perdana Menteri Pakistan Mohammedmian Soomro, Jumat (28/12) mengatakan, pemerintah tidak berencana menangguhkan pemilu parlemen pada 8 Januari mendatang, meskipun kerusuhan meningkat dan para pemimpin oposisi memutuskan untuk memboikotnya.

“Pemilu tetap berjalan sesuai rencana. Kami akan melakukan konsultasi dengan seluruh partai politik untuk mengambil keputusan tentang hal itu,” katanya dalam konferensi pers.

Juru bicara Partai Rakyat Pakistan (PPP) Nazir Dhoki mengatakan, Benazir dimakamkan Jumat (28/12) petang di pemakaman keluarga di samping makam ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto, di Desa Gardhi Khuda Baksh dekat Larkana, Provinsi Sindh. Pemakaman diiringi ratusan ribu pendukungnya. Ali Bhutto, adalah tokoh oposisi terkenal yang tewas akibat kekerasan politik. Suami Benazir, Asif Ali Zardari dan ketiga putrinya tiba dari Dubai untuk menghadiri pemakaman.

Aksi kekerasan terus berlanjut hingga Jumat malam di sejumlah kota. Massa pemrotes di Karachi menjarah tiga bank dan kemudian membakarnya.

Sementara di pusat Kota Multan, sedikitnya 7.000 pemrotes menjarah tujuh bank, satu stasiun pengisi bahan bakar, serta melempari kantor polisi yang kemudian mendapat perlawanan dari polisi dengan menembakkan gas air mata.

Di Ibu Kota Islamabad, sedikitnya 100 pemrotes membakar ban di tengah-tengah jalan di kawasan komersial di kota itu. Juru bicara militer, Mayor Asad Ali mengatakan, pasukan paramiliter telah diberi wewenang untuk menggunakan peluru tajam, guna menghentikan para perusuh di Pakistan selatan.

Pejabat senior perusahaan kereta api Mir Mohammed Khaskheli mengatakan, para perusuh juga membakar 10 stasiun kereta api dan kereta api yang melewati Provinsi Sindh, sehingga memaksa seluruh layanan transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Karachi dan Provinsi Punjab Timur dihentikan.

Sementara di Kota Penshawar, sekitar 4.000 pendukung partai PPP berunjuk rasa, ratusan dari mereka kemudian melakukan penjarahan ke kantor partai pro-Musharraf dan membakar mebel. Namun, tidak ada korban karena pada saat kejadian kantor itu kosong.

Para pengunjuk rasa membawa bendera PPP berwarna hijau, merah dan hitam sambil memaki Musharraf, meneriakkan “Bhutto hidup kemarin, Bhutto hidup hingga saat ini”. Di Peshawar, para pengunjuk rasa juga membakar salah satu kantor partai sekutu Musharraf.

Hampir sebagian besar kegiatan bisnis dan transportasi publik terhenti, menyusul dimulainya masa berkabung selama tiga hari.

“Protes terhadap pembunuhan Benazir Bhutto akan terus berlanjut, sebulan bahkan bertahun-tahun,” tulis editorial surat kabar The Dawn.

Pertanyaan besar

Banyak rakyat Pakistan yang masih dirundung duka mempertanyakan siapa dalang pembunuhan mantan perdana menteri dua kali itu.

Musharraf menuduh serangan dilakukan oleh militan Pakistan yang diperanginya di sepanjang kawasan perbatasan Afganistan. “Kami tidak berhenti hingga bisa menumpas teroris ini hingga ke akar-akarnya,” katanya saat berpidato di televisi.

Namun pihak berwajib mengatakan, mereka belum bisa mengidentifikasi pelaku penyerangan tersebut. “Masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab,” kata Kepala Polisi di Rawalpindi, Saud Azia.

Tim gabungan dari kepolisian dan badan penegak hukum telah melakukan penyelidikan.

Surat kabar Asia Times melaporkan, salah seorang koresponden mereka ditelefon oleh panglima Al-Qaeda di Afganistan, Mustafa Abu al-Yazid, yang mengatakan jaringan mereka bertanggung jawab atas serangan terhadap Benazir Bhutto. Namun, Kementerian Dalam Negeri Pakistan menyatakan tidak mengetahui keberadaan klaim seperti itu.

Sementara itu, juru bicara Biro Penyelidik Federal (FBI) AS, Richard Kolko di Washington mengatakan, agennya berusaha mengungkap validitas pengakuan Al-Qaeda yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan pembunuhan tersebut.

Presiden Bush, yang berbicara singkat melalui telefon dengan Musharraf, mengecam dan menilai aksi pembunuhan itu sebagai upaya mengacaukan demokrasi.

Boikot pemilu

Mantan perdana menteri Nawaz Sharif dan pemimpin partai oposisi lainya mengumumkan bahwa partainya akan melakukan boikot pemilu.

Pemilu dipandang sangat penting dan sebagai langkah memperbaiki demokrasi di sini, delapan tahun setelah Musharraf memegang kekuasaan lewat kudeta. Musharraf memberlakukan keadaan darurat selama enam pekan, serta menangkapi ribuan lawan politiknya.

“Pembunuhan ini adalah keterbelakangan demokrasi di Paksitan. Ekstremisme telah mengganggu proses demokasi,” tutur Rasul Baksh Rais, seorang pakar politik dari Universitas Lahore.

Sharif meminta agar Musharraf mengundurkan diri karena ia telah menimbulkan berbagai masalah. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: