Positive Info

Semoga informasi-informasi di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Hemat enerji, mulailah dari rumah

Posted by akiteha pada Desember 29, 2007

Sumber: Tabloid Rumah – Edisi 126 / 18 Desember 2007 

Disadari atau tidak disadari, kita sudah demikian tergantung pada listrik.
Hampir semua perlalatan di rumah beroperasi menggunakan listrik, bahkan sampai peralatan yang kelihatannya tidak terlalu penting seperti pengering rambut, sikat gigi, pencukur jenggot, alat pijat, gunting juga sudah menggunakan listrik.

Seperti kita ketahui bersama, salah satu pembangkit listrik adalah BBM (bahan bakar minyak), enerji yang tak terbarukan. Karena itu sudah sepantasnya kita berusaha untuk berhemat. Kalau kita menunggu sampai seluruh dunia bergerak untuk menghemat eneji, tidak akan pernah ada ujungnya. Justru komitmen peroranganlah yang menentukan keberhasilan gerakan ramah lingkungan ini.

Bila kita sebagai pemilik rumah bertanggung jawab terhadap rumah yang kita tinggali, maka sebagai penghuni planet juga bertanggung jawab pada bumi yang kita tinggali. Mari kita tunjukkan tanggung jawab kita, mulailah dari sekarang dan mulailah dari rumah kita sendiri.

Lampu

Secara garis besar, dipasaran terdapat 2 jenis lampu ditinjau dari bahan dasarnya, lampu incandescent (menggunakan kawat pijar, umumnya tungsten) dan lampu fluorescent (bagian dalam menggunakan lapisan fluor).Jenis fluorescent mampu menghemat enerji sampai 75% dibanding incandescent, salah satu komponen penghemat adalah electrolic balast. Secara sederhana, komponen ini memungkinkan penggunaan daya 18 watt menghasilkan kekuatan cahaya yang sama dengan 100 watt.

Awalnya memang ada uang lebih yang harus dikeluarkan bila menggunakan jenis fluorescent (hemat enerji), namun dalam jangka panjang akan lebih banyak uang yang dihemat. Selain itu lampu hemat enerji umurnya lebih panjang 10 kali dibandingkan lampu pijar biasa.  

Bicara soal lampu, tindakan yang dapat kita lakukan diantaranya: 

1. Bola lampu sering dibersihkan dari debu (berdebu lebih redup sampai 10%).

2. Atur nyala lampu halaman, teras (yang di luar) dengan sensor cahaya.

3. Biasakan mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan (lebih dari 15 menit).

4. Atur penempatan lampu agar semua sudut kebagian cahaya.

5. Agar ruangan lebih terang, gunakan warna-warna muda pada dinding.

Pendingin Udara (AC)

Bila penggunaan AC menjadi keharusan, pakailah secara tepat guna. Artinya pilihlah AC sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dan tidak kekurangan.Penggunaan AC yang berlebihan akan membuat kita kedinginan dan boros listrik serta boros biaya. Sedangkan penggunaan yang kekurangan akan memicu kita menyetel ke temperatur paling rendah, berarti memaksa AC untuk selalu bekerja keras, ujung-ujungnya cepat rusak.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan AC seperlunya, pada jam-jam tertentu saja, sebaiknya gunakan timer agar kita bisa disiplin.Setel-lah temperatur pada angka 24°C, untuk apa kalau terlalu dingin lalu kita tidur kedinginan dan berselimut tebal?

Pagi sampai siang hari bisa membuka jendela lebar-lebar sehingga sirkulasi udara bisa lancar tanpa AC.Bila pilihan sudah tepat dan pemakaian sudah optimal, hal lain yang perlu diperhatikan adalah perawatan. Rawatlah AC dengan baik, bersihkan filter paling tidak 1 – 2 bulan sekali (sesuai kondisi). Sedangkan untuk perawatan bagian dalam (evaporator, kompresor dan sirip di dalam) bisa memanggil montir / penyedia service AC, Setidaknya 3 bulan sekali. Bila semua ini kita lakukan, akan menghemat listrik dan menghemat isi dompet.

Alat Penghemat

Sekarang banyak dijual dipasaran, alat penghemat listrik. Bila ingin efektif, alat ini diletakkan sedekat mungkin dengan alat listrik, cara yang praktis adalah memasang satu elat penghemat listrik untuk seluruh jaringan listrik di rumah. Alat ini dipasarkan di kisaran harga Rp. 200 – 300 ribu.

Info: Selain membahayakan, kualitas instalasi listrik yang buruk merupakan salah satu sumber borosnya tagihan listrik. Instalasi yang baik dapat dicapai dengan pemilihan alat yang berkualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan dengan pemasangan instalasi yang benar dan rapi.

4 Tanggapan to “Hemat enerji, mulailah dari rumah”

  1. dodolipet said

    2 Paragraf terakhir sangat menarik dimana instalasi listrik bisa mempengaruhi pemborosan listrik dan juga adanya alat penghemat listrik untuk jaringan rumah. Apakah ada info bisa beli dimana? Saya penasaran nih pengen coba.

    Aku Ingin Hijau

  2. TH said

    Terimakasih “Dodolipet” telah berkunjung ke WEB saya, Mengenai alat penghemat listrik sudah banyak dijual, sepertinya di Toko Peralatan Listrik sudah ada, paling tidak dapet infonya. Saya sendiri pakai Merk Cash Flow Energi Saver, dulu harganya Rp. 250.000,-

  3. Sony said

    Mengenai penghemat listrik yang bapak tulis di web ini saya sedikit merasa bingung. Saya sendiri memang belum pernah mencoba alat tersebut tapi dari berbagai sumber yang saya baca alat tersebut tidak banyak pengaruhnya dibandingkan harganya yang lumayan mahal. Mungkin Bapak bisa memberikan contoh berapa dana yang bapak keluarkan jika tidak menggunakan alat ini dan berapa biaya listrik yang bapak bayar jika sudah menggunakan alat ini.

  4. TH said

    @ Sony
    Terus terang kami belum pernah membandingkan sebelum dan sesudah pakai, jadi tidak dapat membandingkan dengan angka2. Ada hasil yang pernah dilakukan (oleh pihak penjual), sbb:

    VOLT AMPERE (VA)
    Sebelum : 2250VA
    Sesudah : 1578VA
    PENGHEMATAN : 29,87%

    AMPERE (A)
    Sebelum : 10,23A
    Sesudah : 7,12A
    PENGHEMATAN : 30,01%

    POWERFACTOR
    Sebelum : 0,543
    Sesudah : 0,781
    PENGHEMATAN : 43,83%

    Teori lain mengatakan, alat penghemat listrik berisi kapasitor yang tugasnya menaikkan cos phi (+/-10%).
    Cos phi naik maka daya yang hilang akan lebih kecil, maka dengan daya yang sama dapat lebih banyak menggunakan perangkat listrik.

    Tetapi sebagai pembanding, silakan kunjungi blognya Priyadi di : http://priyadi.net/archives/2006/07/13/mempertanyakan-alat-penghemat-listrik-2/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: