Positive Info

Semoga informasi-informasi di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Ria Irawan (Artis) – Ibu, Sang Idola

Posted by akiteha pada Desember 25, 2007

geulis-riairawan.jpg 

Sumber: Geulis – Pikiran Rakyat, 23 Des 2007

“IBU bagi saya adalah setengah malaikat yang menjelma jadi manusia. Ini bukan berlebihan, tapi inilah yang kami rasakan saat membesarkan anak-anaknya setelah ayah tiada,” ujar artis Ria Irawan saat dihubungi melalui handphone-nya, Jumat (21/12) malam.

Menurut Ria–demikian namanya kerap disapa–saat ayahnya meninggal dunia, ia masih berusia 10 tahun. “Bisa dibayangkan bagaimana ibu menjadikan kami seperti sekarang. Ibu itu suka bilang hidup ini harus dihadapi realistis, jangan mengejar mimpi yang tak jelas,” kata Ria.

Ia pun mengumpamakan bahwa ibunya itu ibarat orang “gila”, karena kata Ria bukan Adek Irawan jika tidak bisa membesarkan dirinya dan Dewi Irawan, serta kakaknya yang lain.

“Hanya orang ‘gila’ yang bisa membesarkan saya seperti ini. Ibu itu benar-benar struggle. Bayangin aja, di saat ia membutuhkan pendamping untuk membesarkan anak-anaknya, ayah malah tiada. Tetapi, ibu tidak patah semangat, ia bangkit sendirian menghadapi kenyataan hidup. Itu ‘gila’ banget kan, karena tidak mudah menghadapi kenyataan hidup di dunia acting ini,” ujar Ria.

Perempuan kelahiran Jakarta 24 Juli 1969 ini menyadari semua itu bisa dilalui lewatproses. “Memang semua ini melalui penempaan diri, tapi kita hadapi saja bagai air. Istilahnya, bila mau main film, kami bisa minta peran dengan perasaan tidak malu,” ucap pemilik nama Chandra Ariati Dewi Irawan.

Ria pun merasa salut pada perempuan-perempuan yang sukses dari hasil didikan ibu tanpa ada kontribusi dari sang ayah.

“Kalau menilai orang sukses dengan latarbelakang ekonomi kuat dan masih dilengkapi dengan kedua orang tua, kan sesuatu yang sudah biasa, bukan hal aneh lagi. Tetapi sebaliknya, jika ada yang bangkit dari sebuah keterpurukan, itu baru hebat. Contohnya Teh Nia Dinata, di saat ayahnya terpuruk karena masuk penjara, justru Teh Nia bisa bangkit dan sukses menikmati hasil karyanya,” kata Ria tanpa berniat memuji.

Perempuan-perempuan penuh perjuangan seperti inilah yang membuat di hati Ria selalu terselip rasa bangga. Oleh karena itu, secara diam-diam, Ria memang mengidolakan ibunya. Ia salut akan perjuangannya saat ibunya harus mencari nafkah sendirian untuk kepentingan keluarga. (Ratna DJ/”PR”)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: