Positive Info

Semoga informasi-informasi di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Jangan Salah Menggunakan BBM

Posted by akiteha pada Desember 25, 2007

otokir-utama1.jpg 

Sumber: Otokir – Pikiran Rakyat, 21 Des 2007

SILANG pendapat pengalihan premium beroktan 88 ke oktan 90 usai sudah, sebab pemerintah akhirnya menunda rencana ini. Meski demikian, isu pengalihan kadung menjadi wacana tersendiri bagi masyarakat sebab pengalihan itu cepat atau lambat tetap akan terjadi. 

Wacana yang berkembang di antaranya ada yang beranggapan adanya pengalihan ini tidak masalah, kendaraan yang biasa mengonsumsi premium beroktan 88 tinggal pindah ke premium oktan 90. Ada juga yang berpendapat dengan pengalihan itu pemilik kendaraan tinggal menambahkan oktan booster agar nilai oktannya naik tetapi ada juga yang ekstrem tidak bisa beralih begitu saja sebab akan merusak mesin. Lalu…bagaimana sebenarnya?

Sebelum menjawab itu mari kita lihat kinerja mesin itu sendiri. Walaupun mesin kapasitas besaran cc-nya sama, kadang tingkat kompresinya berbeda-beda. Itu tidak lain untuk menentukan tingkat tertinggi performa kendaraan seperti yang direkomendasikan pabrikan.

Angka rasio kompresi yang dicantumkan pembuat mobil di brosur atau buku manual mengandung makna tertentu. Kompresi adalah suatu proses pembakaran dalam mesin yang dilakukan dalam kondisi ruang bakar yang berada pada tekanan tertentu. Ini terjadi ketika piston berada pada posisi di sekitar titik mati atas (top dead center).

Artinya rasio kompresi adalah perbandingan volume ruang bakar ketika piston berada pada titik mati bawah, dengan volume ketika piston berada pada titik mati atas. Nilai rasio kompresi ini memiliki hubungan langsung dengan efisiensi panas siklus kerja mesin. Pada siklus Otto yang bekerja pada mesin bensin, efisiensi panas bisa dirumuskan sebagai fungsi dari nilai rasio kompresi. Artinya, semakin besar nilai rasio kompresi, semakin besar pula nilai panasnya dan tenaga yang dihasilkan pun kian besar.

**

LALU apa kaitannya oktan dengan rasio kompresi? Oktan adalah angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar bensin dalam mencegah pembakaran dini/pre-ignition atau engine knocking (ngelitik). Knocking terjadi akibat bensin yang terbakar lebih awal dari percikan api busi.

Bensin beroktan rendah memiliki karakter lebih cepat terbakar, sehingga mudah dibakar pada kompresi tinggi. Sebaliknya bensin beroktan tinggi lebih lambat terbakar pada kompresi tinggi. Dengan alasan itu, mesin yang memiliki nilai kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi pula.

Semakin tinggi rasio kompresi sebuah mesin, semakin dibutuhkan pula nilai oktan yang tinggi. Kalau mesin berkompresi tinggi diisi dengan bahan bakar beroktan rendah ini akan mengakibatkan terjadinya dua ledakan secara beruntun di ruang bakar. Padahal seharusnya hanya ada satu ledakan saja yang boleh terjadi.

Ledakan pertama akibat proses terbakarnya bensin yang lebih awal atau prematur tekanan, sedangkan ledakan kedua dipicu oleh percikan bunga api busi. Bila dua ledakan ini terus berlangsung dalam waktu lama, ini bisa merusakkan piston, bahkan membuat piston menjadi bolong.

“Karena itulah angka kompresi penting diperhatikan. Nilainya bisa menjadi rujukan nilai oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin. Umumnya perbandingan kompresi mesin bensin berkisar dari 8:1 hingga 11:1,” kata Achmad Supendi, Instruktur Training Auto 2000 Jawa Barat.

Sebaliknya, kalau mesin berkompresi rendah diisi dengan bahan bakar beroktan tinggi bisa menimbulkan kerak. Ini karena bensin beroktan tinggi lambat terbakar sehingga tidak semua bahan bakar bisa diledakkan sempurna oleh kompresi mesin rendah. Lambat laun kerak ini membuat kerja mesin tidak optimal lagi karena kerak bisa mengubah menjadi bara api. Gejalanya adalah meski kunci kontak sudah dimatikan, mesin masih tetap hidup.

Selain itu, jika mesin yang kompresinya rendah mempergunakan bensin beroktan tinggi, itu hanya pemborosan. Alasannya, performa mesin tetap tidak meningkat. Malahan mesin mobil bisa panas berlebihan dan dalam kasus tertentu tenaga mobil pun menjadi loyo dan bensin pun semakin boros.

Tujuan pabrikan membuat mesin berkompresi tinggi tidak lain untuk mengejar puncak performanya. Biasanya mobil itu berakselerasi kencang dengan tingkat pencapaian rpm yang lebih tinggi. Tingginya kualitas mesin modern yang sarat dengan angka performa tadi sebenarnya tidak akan tercapai jika bahan bakar yang dipergunakan beroktan rendah.

Secara umum mesin yang memiliki rasio kompresi 7:1 hingga 9:1 membutuhkan premium beroktan 88. Rasio kompresi 9,01:1 hingga 10:1 pertamax, dan angka 10,01:11:1 pertamax plus. Itu artinya mobil yang memiliki rasio kompresi 9 : 1 sebenarnya cukup diisi premium saja. Untuk mendapatkan kinerja mesin yang optimal, tidak perlu memakai pertamax yang harganya lebih mahal. Mobil dengan angka kompresi 11: 1 harus memakai pertamax plus agar mesin tidak knocking atau ngelitik.

Nilai kompresi mesin perlu diketahui pemilik kendaraan. Apalagi di masa mendatang teknologi semakin canggih yang memungkinkan kompresi bertambah tinggi. Agar mesin tetap awet dan performanya tinggi sebaiknya pemilik kendaraan merujuk pada buku panduan pabrikan. (Gungun/Ovi/BK)***

Satu Tanggapan to “Jangan Salah Menggunakan BBM”

  1. Mruweng said

    Horeee… Pertamax. Hamba pake motor vario yang kompresinya 10.3:1 berarti pakenya oktan 95/pertamax + ya gan? Wah kayak naek sedan mewah aja.

    *) mantap gan —- wuzzz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: