Sering ber-zinah
Ditulis oleh akiteha di/pada Desember 31, 2007
Sumber: Komite Tarbiyah dan Pengembangan Diskusi Isnet (KTPDI)
Tanya:
Assalammu’laikum waroh matullohi wabarokatu,
Saya sering kali (maaf) melakukan perbuatan dosa / zinah tapi saya tiap mencoba untuk bertobat tapi selalu gagal total… bagaimana supaya saya dapat betul-betul bertobat dan tidak melakukan perbuatan tersebut….
Wasalam
Jawaban:
Wa alaikum salam waroh matullohi wabarokatu,
Saya secara pribadi prihatin membaca surat saudara, tetapi juga bercampur haru karena saudara berani mengatakan sesuatu yang oleh banyak orang terus dirahasiakannya. Ini adalah titik baik untuk melangkah dalam memperbaiki kekurangan kita. Kesalahan adalah hal yang manusiawi.
Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa setiap umat manusia pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang paling baik di antara mereka yang pernah melakukan kesalahan adalah mereka yang terus berupaya memperbaiki dirinya. Memang tidak mudah menjadi orang baik, karena hidup kita selalu berada dalam kekuatan tarik-menarik dua kutub; apakah kita terpuruk dalam kubangan dosa, atau kita mampu meniti jalan Illahi. Disinilah iman memainkan peranan penting sebagai kekuatan penggerak dalam kita bersikap, dan agama sebagai petunjuk hidup.
Artinya, seseorang baru dapat dikatakan beragama jika dia telah dan terus menjadikan petunjuk agama sebagai lintasan untuk dia menapak kehidupan duniawi.
Ketika kesalahan adalah suatu hal yang manusiawi, tidak berarti bahwa perbuatan yang terus tenggalam ke dalam dosa menjadi sesuatu manusiawi. Jika hal ini yang terjadi, maka artinya, kita hanya mewarisi dan mengembangkan potensi iblis (hawa nafsu=keburukan) saja dalam proses keseharian kita.
Sebagai makhluk yang religious, pada saat itulah “spirit illahiah” diharapkan dapat membisikan nuansa nilai-nilai kebaikan ke dalam hati nurani kita.
Saya yakin bahwa tobat akan berhasil dan terasa mudah jika kita mampu menghadirkan Allah selalu dalam kesadaran iman kita, dan menjadikannya sebagai kekuatan nurani untuk membimbingkan ke arah yang benar.
Terakhir saya perlu menegaskan bahwa tobat sangat bersifat pribadi. Oleh sebab itu, tegaskan dalam hati saudara bahwa keberhasilan tobat hanya ditentukan diri saudara sendiri. Karena untuk menjadi orang baik adalah tidak mudah, maka kita perlu selalu ingat “Hidup ini adalah perjuangan dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita”.
Wa Allah 'A'lam bil-shawab.
Wassalam,
Montreal, 20 Januari 2000
Noryamin Aini




david berkata
asslkum..
saya mau tanya soal zinah..
saya pernah mendengar suatu pengajian, di sana d sebutkan bahwa dosa orang berbuat zinah yaitu ibadahnya tidak d terima 80 thun…
tetapi jika di kaitkan dengan ayat bahwa allah itu maha pemaaf..
menurut anda bagai mana??makasih..